sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Merah, Nasdaq Jadi Pemberat Akibat Kekhawatiran Pasar pada Perlambatan AI

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
14/09/2026 21:37 WIB
Indeks-indeks utama Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Senin (14/9/2026), waktu setempat.
Wall Street Merah, Nasdaq Jadi Pemberat Akibat Kekhawatiran Pasar pada Perlambatan AI. (Foto Istimewa)
Wall Street Merah, Nasdaq Jadi Pemberat Akibat Kekhawatiran Pasar pada Perlambatan AI. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Indeks-indeks utama Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Senin (14/9/2026), waktu setempat. Ini terjadi akibat tertekan oleh aksi jual saham-saham utama di sektor AI.

Dilansir dari Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 126,58 poin atau 0,24 persen menjadi 52.446,71, S&P 500 melemah 48,23 poin atau 0,64 persen ke level 7.608,28, dan Nasdaq Composite merosot 268,13 poin atau 1,02 persen menjadi 26.064,91.

Saham Nvidia anjlok 3,2 persen, mencapai level terendah dalam hampir tiga minggu, sementara Amazon yang termasuk dalam kelompok Magnificent Seven, turun sekitar 1 persen.

CEO Anthropic Dario Amodei, pada Sabtu, menyerukan kepada perusahaan-perusahaan AI untuk memperlambat laju peningkatan kemampuan model mereka. Elon Musk, yang memimpin xAI, dan CEO OpenAI, Sam Altman, menyatakan sependapat dengan Amodei.

Penurunan ini mencerminkan memudarnya euforia setelah perlombaan sengit untuk mengembangkan model AI yang semakin canggih kini beralih pada penilaian ulang yang lebih rasional.

Investasi miliaran dolar AS yang mengalir ke sektor AI telah mendorong lonjakan tajam pada sejumlah saham teknologi dan semikonduktor, serta menjadi faktor kunci di balik penguatan pasar ekuitas selama beberapa tahun terakhir.

Saham produsen chip ikut melemah, dengan Intel, AMD, dan Marvell Technology masing-masing turun sebesar 5,6 persen, 5 persen, dan 6,3 persen.

Indeks Semikonduktor Philadelphia SE turun sekitar 6 persen dan berada di jalur menuju penurunan harian terburuk sejak 1 Juli jika tren penurunan saat ini berlanjut.

Sebagian investor merasa ragu apakah penurunan ini akan berlangsung lama, mengingat belum adanya konsensus mengenai seperti apa bentuk perlambatan yang diserukan oleh Amodei tersebut.

Tujuh dari 11 indeks utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi, sektor kesehatan dan barang kebutuhan pokok konsumen masing-masing naik sekitar 1 persen seiring langkah investor mencari perlindungan di sektor-sektor pasar yang bersifat defensif. Indeks teknologi mencatat penurunan terbesar, yakni sebesar 0,5 persen.

Saham-saham perusahaan perangkat lunak yang sebelumnya sempat tertekan oleh kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat mengganggu bisnis mereka, justru mengalami kenaikan. Saham ServiceNow, Adobe, dan Workday masing-masing naik sebesar 3,8 persen, 3,6 persen, dan 3,2 persen.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement