sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Terpuruk Akibat Kekhawatiran Konflik Timur Tengah yang Berkepanjangan

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
02/03/2026 22:33 WIB
Indeks utama Wall Street dibuka lebih rendah pada perdagangan Senin (2/3/2026), karena investor bersiap menghadapi konflik Timur Tengah yang berkepanjangan.
Wall Street Terpuruk Akibat Kekhawatiran Konflik Timur Tengah yang Berkepanjangan. (Foto Istimewa)
Wall Street Terpuruk Akibat Kekhawatiran Konflik Timur Tengah yang Berkepanjangan. (Foto Istimewa)

Hal itu menciptakan prospek yang suram secara keseluruhan untuk ekonomi global dan juga membebani saham-saham keuangan.

Saham Delta dan United Airlines masing-masing anjlok lebih dari 3 persen.

Investor malah berbondong-bondong ke aset aman tradisional seperti dolar. Kenaikan harga logam mulia membantu perusahaan pertambangan seperti Kinross Gold dan Harmony Gold masing-masing naik 1 persen.

Saham sektor pertahanan juga mendapat dorongan, dengan Lockheed Martin dan RTX masing-masing naik lebih dari 3 persen, sementara Kratos naik 9 persen dan AeroVironment naik 19 persen.

Setelah serangan terkoordinasi AS dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Teheran, Israel melancarkan serangan balasan menyusul serangan udara oleh militan Iran dan Hizbullah di Lebanon, memperdalam kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas lebih jauh di seluruh wilayah tersebut.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement