Corporate Secretary WIKA, Ngatemin mengatakan, perseroan berupaya menjalankan operation excellence sekaligus memperbaiki struktur permodalan. Hal ini dilakukan melalui 8 langkah stream penyehatan keuangan dan percepatan penyelesaian piutang.
Hal ini terbukti dengan menurunnya nilai piutang menjadi Rp1,89 triliun pada akhir 2025. Angka tersebut turun 29,2 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya.
“Peningkatan kinerja operasi serta perbaikan struktur permodalan yang dilakukan secara konsisten melalui 8 stream penyehatan menjadi fondasi penting untuk menjaga keunggulan dan keberlangsungan oerseroan. Di tahun ini, perseroan akan terus berupaya melakukan restrukturisasi komprehensif untuk menurunkan beban keuangan atas penugasan yang dikerjakan dan divestasi atas aset yang belum dapat memberikan laba bagi perseroan,” ujar Emin melalui keterangan resmi, Jumat (3/4/2026).
Selain itu, WIKA juga saat ini masih terbebani dengan beban keuangan yang dibayar sepanjang tahun lalu sebeasr Rp2,97 triliun. Namun, angka tersebut turun 9,4 persen dibandingkan 2024 yang mencapai Rp3,28 triliun.
WIKA juga harus menanggung kerugian dari entitas asosiasi dan ventura bersama. Pada 2025, kerugian dari entitas asosiasi Rp52,6 miliar, sedangkan kerugian dari ventura bersama mencapai Rp1,44 triliun.