Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas WIKA mencapai Rp2,75 triliun 18 persen dibandingkan akhir 2024. Total aset juga turun 21 persen menjadi Rp50 triliun.
Kerugian jumbo dalam laporan laba rugi juga membuat defisit kerugian membengkak menjadi Rp19,29 triliun. Sementara ekuitas masih positif sebesar Rp1,68 triliun pada akhir tahun lalu.
(Rahmat Fiansyah)