sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

WIKA Ungkap Penyebab Susutnya Kas di Tengah Restrukturisasi Utang 

Market news editor Desi Angriani
24/05/2026 13:35 WIB
WIKA mencatat penurunan kas dan setara kas secara signifikan pada kuartal I-2026 di tengah proses restrukturisasi utang yang masih berlangsung.
WIKA Ungkap Penyebab Susutnya Kas di Tengah Restrukturisasi Utang (Foto: iNews Media Group)
WIKA Ungkap Penyebab Susutnya Kas di Tengah Restrukturisasi Utang (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatat penurunan kas dan setara kas secara signifikan pada kuartal I-2026 di tengah proses restrukturisasi utang yang masih berlangsung.

Saldo kas dan setara kas WIKA per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp1,46 triliun atau turun 47,11 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp2,75 triliun.

Jika dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 sebesar Rp3,36 triliun, saldo kas perseroan juga telah menyusut sekitar 56,5 persen dalam kurun waktu sekitar satu tahun.

Selain itu, saldo bank yang dibatasi penggunaannya ikut mengalami penurunan tajam menjadi Rp74,94 miliar dari sebelumnya Rp450,12 miliar pada akhir 2025.

Sebelumnya, saldo bank dibatasi penggunaannya juga telah turun signifikan sebesar 81,17 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang mencapai Rp2,39 triliun.

Manajemen WIKA menjelaskan, penurunan kas sejak 2024 terutama dipicu oleh upaya perseroan menekan pokok pinjaman melalui pembayaran utang jangka panjang, pembayaran bunga, serta kebutuhan operasional perusahaan termasuk pembayaran vendor.

Sementara itu, penurunan kas pada kuartal I 2026 disebabkan oleh pembayaran aktivitas operasional, pembayaran mitra kerja, biaya usaha, dan pembayaran pinjaman jangka panjang.

“Penurunan kas pada periode 31 Maret 2026 disebabkan oleh pembayaran aktivitas operasional perusahaan yang terdiri dari pembayaran mitra kerja, biaya usaha, serta penurunan pokok pinjaman melalui pembayaran pinjaman jangka panjang,” tulis manajemen dalam surat kepada Bursa, Selasa (19/5/2026).

Adapun penurunan saldo bank dibatasi penggunaannya disebabkan penggunaan dana hasil Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II yang digunakan untuk membiayai proyek strategis nasional dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Saat ini, WIKA masih menjalani proses restrukturisasi pinjaman perbankan setelah menandatangani Master Restructuring Agreement (MRA) pada 2024.

Melalui perjanjian tersebut, perseroan memperoleh keringanan pembayaran pokok dan bunga guna mengurangi tekanan likuiditas jangka pendek dan menengah.

Pada April 2026, WIKA juga telah memperoleh persetujuan penundaan jatuh tempo utang obligasi dan sukuk melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU).

Perseroan kini tengah menjalankan restrukturisasi komprehensif untuk dapat menurunkan beban bunga dan meningkatkan fleksibilitas struktur modal perusahaan.

Untuk mendukung proses tersebut, Manajemen WIKA mengatakan, perseroan telah mengajukan dukungan kepada pemegang saham mayoritas melalui berbagai skema, seperti cash collateral, guarantee letter untuk bank garansi, refinancing, setoran modal, hingga carved out aset.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement