Dia menerangkan, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam industri properti. Melalui akuisisi ini, perseroan ingin membangun ekosistem yang memberikan nilai tambah bagi penghuni, tenant, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Selain memperkuat daya saing proyek-proyek perseroan, kami melihat potensi terciptanya sumber pendapatan berulang (recurring revenue) yang akan mendukung pertumbuhan perseroan secara berkelanjutan," ujar dia.
Ke depan, kata Yusmen, WINR tidak hanya ingin dikenal sebagai pengembang properti, tetapi juga sebagai pengembang kawasan modern yang mengintegrasikan infrastruktur digital, konektivitas, teknologi, dan layanan dalam satu ekosistem.
"Kami percaya model bisnis seperti ini akan menjadi salah satu standar baru industri properti di Indonesia," katanya.