AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Bangkit di Tengah Pandemi, Bisnis Kue Kering Ini Banjir Pesanan

MILENOMIC
Era Neizma Wedya
Kamis, 06 Mei 2021 11:27 WIB
Bulan Ramadan bulan yang penuh berkah, walaupun dalam kondisi pandemi sekarang ini, namun pembuatan kue lebaran tetap banyak diminati oleh masyarakat.
Bangkit di Tengah Pandemi, Bisnis Kue Kering Ini Banjir Pesanan. (Foto: MNC Media)
Bangkit di Tengah Pandemi, Bisnis Kue Kering Ini Banjir Pesanan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Bulan Ramadan bulan yang penuh berkah, walaupun dalam kondisi pandemi sekarang ini, namun pembuatan kue lebaran tetap banyak diminati oleh masyarakat tidak terkecuali warga di Kota Lubuklinggau.

Hal ini menjadi rezeki buat para penjuang kue kering, seperti yang dirasakan oleh Maya Adriani atau akrab dipanggil Bunda Lova. Awalnya dari seorang yang tidak masak, kini menjadi salah satu pembuat kue kering dan basah yang banyak peminatnya di Kota Lubuklinggau, dan berkah ini bertambah saat jelang lebaran tiba.

Maya kebajiran orderan kue kering dan basah, bahkan ia sudah banyak menolak karena keterbatasan tenaga. 

“Awalnya dulu dari bikin roti kemang, karena aku berasal dari Kalimantan maka akhirnya inisiatif membuat soto banjar, sambal gami, yang Alhamdulillah banyak peminatnya,” kata Maya.

Dan keterampilan membuat kue ini ia lakukan secara otodidak belajar sendiri, yang dikasih resep masakan dan kue dari kakaknya yang tinggal di Kalimantan. Hingga akhirnya berkembang dan dapat membuka toko kecil di samping rumahnya.

“Untuk kue kering awal buat itu tahun 2018, dengan hasil yang belum sempurna namun rasa boleh diadu, hingga sekarang mampu menerima orderan kue kering dan basah,” tuturnya.

Sedangkan untuk aneka kue yang diproduksi dari Dapur Bunda Lova antara lain, kue Tambrin dan nastar yang dijual Rp135 per kilonya, kue kering janit, lidah kucing, sekipy dijual dengan harga Rp120 per kilonya.

Sedangkan kue basah ada 8 jam, kojo, brownis, dan banana stradel. Serta tahun ini Dapur Bunda Lova bekerjasama dengan Rumah Bingkisan yang memproduksi hampres.

“Alhamdulillah walaupun di masa pandemi seperti sekarang ini, untuk pesanan kue lebaran lumayan ada peningkatan, terlebih ada berapa tambahan jenis kue kering yang diproduksi,” pungkas Maya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD