- 20 persen investasi
Dialokasikan ke instrumen sesuai profil risiko, seperti reksadana, emas, atau saham bagi yang berpengalaman.
Skema ini fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Kesalahan umum dalam mengelola THR adalah menganggapnya sebagai “uang kaget” yang boleh dihabiskan sepenuhnya. Padahal, alokasi THR yang bijak justru menempatkan dana ini sebagai modal untuk memperbaiki kondisi finansial, terutama bagi pekerja dengan penghasilan terbatas.
Menahan diri dari belanja impulsif dan membedakan antara kebutuhan dan keinginan menjadi langkah awal yang sangat penting. Mengalokasikan sebagian THR ke investasi memberikan potensi manfaat jangka panjang.
Selain melawan inflasi, investasi juga membantu membangun kebiasaan keuangan yang sehat. Bagi pemula, instrumen berisiko rendah seperti reksadana pasar uang atau emas dapat menjadi pilihan awal.
THR seharusnya tidak hanya habis untuk kebutuhan sesaat. Dengan alokasi THR yang bijak, masyarakat dapat menikmati Lebaran dengan tenang sekaligus menjaga stabilitas keuangan setelah Ramadan berakhir. Perencanaan yang sederhana namun konsisten akan membuat THR lebih bermakna dan produktif.
(Shifa Nurhaliza Putri)