AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Cara Menghitung Uang Pesangon Terbaru 2022, Lengkap dengan Rumus dan Aturannya

MILENOMIC
Ratih Ika Wijayanti/SEO
Senin, 27 Juni 2022 10:13 WIB
Cara menghitung uang pesangon terbaru 2022 tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Perhitungan pesangon diatur dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003.
Cara Menghitung Uang Pesangon Terbaru 2022, Lengkap dengan Rumus dan Aturannya. (Foto: MNC Media)
Cara Menghitung Uang Pesangon Terbaru 2022, Lengkap dengan Rumus dan Aturannya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel Cara menghitung uang pesangon terbaru 2022 tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Perhitungan pesangon diatur dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan UU No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja

Pesangon merupakan uang terakhir yang diberikan oleh perusahaan ketika berhenti bekerja. Perhitungan pesangon karyawan umumnya dilakukan oleh perusahaan ketika terjadi pemutusan hubungan kerja atau PHK

Lalu, bagaimana cara menghitung uang pesangon terbaru 2022? Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam ulasan IDXChannel berikut ini!

Cara Menghitung Uang Pesangon Terbaru 2022

Sebelum mengetahui cara perhitungannya, Anda perlu mengetahui definisi uang pesangon terlebih dahulu. Pada dasarnya, uang pesangon merupakan sejumlah uang yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan atau tenaga kerjanya yang berkaitan dengan berakhirnya masa kerja atau terjadinya pemutusan hubungan kerja. Uang pesangon ini mencakup uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak. 

Berdasarkan peraturan perundang-undangan, uang pesangon diberikan kepada karyawan akibat adanya pemutusan hubungan kerja baik karena pensiun atau karena faktor lainnya. 

Satu hal yang perlu Anda garis bawahi adalah uang pesangon ini berbeda dengan uang pensiun. Umumnya, uang pensiun dapat diberikan oleh perusahaan melalui lembaga penjamin seperti BPJS Ketenagakerjaan. Dari pengertian tersebut, jelas bahwa ketika terjadi pemutusan hubungan kerja, perusahaan perlu adil terhadap karyawannya dengan memberikan uang pesangon. 

Adapun cara menghitung uang pesangon bisa dilakukan dengan rumus perhitungan sebagai berikut. 

Jumlah Uang yang diterima = uang pesangon + uang penghargaan masa kerja + uang penggantian hak. 

Peraturan Menghitung Uang Pesangon

Berdasarkan  Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 Pasal 156 ayat (2) dan UU Cipta Kerja Pasal 40, aturan untuk menghitung uang pesangon yang didapatkan karyawan antara lain sebagai berikut. 

1. Uang Pesangon

  • Masa kerja <1 tahun, uang pesangon yang diperoleh sebesar 1 bulan upah.
  • Masa kerja 1-2 tahun, uang pesangon yang diperoleh sebesar 2 bulan upah.
  • Masa kerja 2-3 tahun, uang pesangon yang diperoleh sebesar 3 bulan upah.
  • Masa kerja 3-4 tahun, uang pesangon yang diperoleh sebesar 4 bulan upah.
  • Masa kerja 4-5 tahun, uang pesangon yang didapatkan sebesar 5 bulan upah.
  • Masa kerja 5-6 tahun, uang pesangon yang diperoleh sebesar 6 bulan upah.
  • Masa kerja 6-7 tahun, uang pesangon yang didapatkan sebesar 7 bulan upah.
  • Masa kerja 7-8 tahun, uang pesangon yang didapatkan sebesar 8 bulan upah.
  • Masa kerja 8 tahun atau lebih, uang pesangon yang didapatkan sebesar 9 bulan upah. 

2. Uang Penghargaan 

Selain memperoleh uang pesangon, karyawan juga memperoleh uang penghargaan sesuai aturan masa kerja sebagai berikut. 

  • Masa kerja 3-6 tahun, uang penghargaan yang diperoleh sebesar 2 bulan upah.
  • Masa kerja 6 - 9 tahun, uang penghargaan yang diperoleh sebesar 3 bulan upah.
  • Masa kerja 9-12 tahun, uang penghargaan yang diperoleh sebesar 4 bulan upah.
  • Masa kerja 12-15 tahun, uang penghargaan yang diperoleh sebesar 5 bulan upah.
  • Masa kerja 15-18 tahun, uang penghargaan yang diperoleh sebesar 6 bulan upah.
  • Masa kerja 18-21 tahun, uang penghargaan yang diperoleh sebesar 7 bulan upah.
  • Masa kerja 21-24 tahun, uang penghargaan yang diperoleh sebesar 8 bulan upah.
  • Masa kerja lebih dari 24 tahun, uang penghargaan yang diperoleh sebesar 10 bulan upah.
Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD