AALI
9800
ABBA
284
ABDA
6250
ABMM
1365
ACES
1200
ACST
185
ACST-R
0
ADES
3310
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
177
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1260
AGRO-R
0
AGRS
151
AHAP
67
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
730
AKSI
685
ALDO
1355
ALKA
300
ALMI
282
ALTO
268
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.28
0.93%
+4.69
IHSG
6600.82
0.5%
+32.65
LQ45
946.86
0.8%
+7.52
HSI
24289.90
0.19%
+46.29
N225
27011.33
-0.44%
-120.01
NYSE
0.00
-100%
-16413.97
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
849,695 / gram

Catat Nih! Pekerja Perempuan Punya Hak Cuti Haid Lho

MILENOMIC
Winda Destiana
Jum'at, 24 Desember 2021 11:40 WIB
Cuti haid sudah diatur di UU Ketenagakerjaan dan merupakan hak yang bisa diambil. 
Ilustrasi Cuti Haid
Ilustrasi Cuti Haid

IDXChannel - Banyak pekerja wanita yang belum mengetahui bahwa mereka berhak mendapatkan cuti ketika haid hari pertama. Padahal, cuti haid sudah diatur di UU Ketenagakerjaan dan merupakan hak yang bisa diambil. 

Mengutip laman Instagram Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) Jumat (24/12/2021) disebutkan bahwa pekerja atau buru wanita dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid. 

"Pelaksanaan ketentuan tersebut diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama," tulis akun Kemnaker. 

Pengusaha juga wajib membayar upah apabila pekerja atau buruh wanita yang sakit pada hari pertama dan kedua masa haidnya sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan seperti biasanya.

Sebelumnya diketahui, UU No.12 tahun 1948 tentang kerja pasal 13 ayat (1) mengatakan:

“Buruh wanita tidak boleh diwajibkan bekerja pada hari pertama dan kedua waktu haid.”

Namun, aturan ini mengalami pergeseran dan kemunduran, terutama sejak UU No. 13 tahun 2003. Meski tetap menyebutkan istirahat haid merupakan hak wanita yang wajib dipenuhi, namun UU 13 tahun 2003 memberi syarat tambahan berupa pembuktian bahwa pekerja wanita tersebut merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha. 

Pasal 81 ayat (1) UU 13 tahun 2003:

“Pekerja perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid.”

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD