2. Buka Tabungan
THR bisa menjadi momen yang tepat untuk membuka rekening tabungan anak. Dengan memiliki tabungan sendiri, anak dapat belajar menyisihkan uang serta memahami pentingnya menabung untuk kebutuhan di masa depan.
Selain sebagai sarana edukasi keuangan, tabungan juga dapat membantu orang tua menyiapkan dana untuk kebutuhan anak di kemudian hari.
Anak juga otomatis dapat belajar dan mengalami delayed gratification—menunda kesenangan dengan menabung dulu sebelum menyenangkan diri sendiri dengan membeli barang-barang yang diinginkan.
3. Ajak Anak dalam Keputusan Keuangan
Agar anak merasa memiliki tanggung jawab terhadap uangnya, libatkan mereka saat membuat keputusan keuangan. Misalnya, dengan berdiskusi mengenai berapa uang yang akan ditabung, digunakan untuk membeli sesuatu, atau disisihkan untuk berbagi.
Anda sebagai orang tua juga dapat mengajari anak tentang konsekuensi pengeluaran uang, apa konsekuensinya jika dia terlalu boros mengeluarkan uang, dan sebagainya.
4. Ajarkan Konsep Berbagi
Selain menabung dan berbelanja, anak juga perlu dikenalkan pada nilai berbagi kepada sesama. Orang tua dapat mengajarkan konsep seperti sedekah, infak, atau donasi kepada orang yang membutuhkan.
Dengan membiasakan berbagi sejak kecil, anak akan belajar menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
5. Pertimbangkan investasi
Jika jumlah THR yang diterima anak cukup besar, sebagian dana dapat dialokasikan untuk investasi sederhana. Seperti emas, reksa dana, atau deposito.
Namun, sebelum memulai investasi, orang tua perlu memahami instrumen yang dipilih beserta risikonya agar keputusan yang diambil tetap sesuai dengan kondisi keuangan keluarga. Oleh sebab uang yang diinvestasikan adalah milik anak, dianjurkan agar memilih instrumen yang minim risiko.
Itulah beberapa tips mengelola THR anak dengan bijak yang dapat dipertimbangkan oleh para orang tua.
(Nadya Kurnia)