Selain itu, tingkat respons dari kandidat juga lebih tinggi setelah staf rekrutmen menggunakan bantuan agen AI.
“Banyak staf rekrutmen mengatakan separuh kegiatan hariannya adalah tugas-tugas bernilai rendah. Fokus pada konsumen (rekrutmen) itu lebih tepat dibanding berlomba-lomba meluncurkan asisten AI,” tutur CEO LinkedIn Dan Shapero.
Pengungkapan angka penjualan untuk produk inti LinkedIn bukanlah hal lumrah, sebab sebelumnya Microsoft hanya mengumumkan pertumbuhan penjualan di platform secara keseluruhan tanpa pernah menyebutkan angka perolehan secara jelas.
Namun, kali ini LinkedIn mengumumkan bahwa produk AI di platform-nya telah menunjukkan angka penjualan yang tidak sedikit. Sebelumnya, sumber pendapatan LinkedIn dikontribusi secara dominan oleh penjualan perangkat digital untuk kebutuhan rekrutmen profesional.
Kini produk berbasis AI di platform tersebut turut berkontribusi menghasilkan penjualan dan diproyeksikan mampu mencapai USD450 juta pada 2027.