Kemudian, survei yang sama juga mendapati bahwa hanya 66 persen partisipan yang merasa senang atau puas dengan gajinya saat ini. Lagi-lagi, besaran 66 persen ini juga memiliki tingkat kepuasan dengan rincian: 35 persen merasa agak senang (somewhat happy).
Lalu, 31 persen merasa sangat senang dengan gajinya saat ini, 16 persen merasa biasa saja atau netral, 15 persen partisipan merasa agak kurang senang, dan 3 persen merasa sangat tidak senang dengan gajinya saat ini.
Lebih lanjut dalam laporannya, Jobstreet juga menjelaskan bahwa ,rupanya, dari seluruh partisipan yang merasa gajinya wajar/adil, hanya 59 persen orang yang merasa puas dengan remunerasi yang diberikan, sementara sisanya merasa tidak puas.
Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan tidak hanya ingin dibayar sesuai standar industri, tetapi juga ingin kontribusinya dihargai. Selain itu, partisipan juga menitikberatkan pandangannya tentang gaji dalam konteks beban kerja dan gaya hidup.
“Partisipan/karyawan juga mempertimbangkan faktor makro, 79 persen di antaranya mengatakan kondisi ekonomi saat ini akan sangat memengaruhi gaji yang mereka terima,” tulis Jobstreet dalam laporan tersebut.