sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

10,2 Persen Mahasiswa KIPK 2026 Berasal dari Wilayah 3T, Begini Penjelasan Bakom

News editor Tangguh Yudha
27/08/2026 13:21 WIB
Qodari mengatakan Program KIP Kuliah juga terbukti meningkatkan akses ke pendidikan tinggi bagi kelompok ekonomi rentan. 
10,2 Persen Mahasiswa KIPK 2026 Berasal dari Wilayah 3T, Begini Penjelasan Bakom. (Foto: Istimewa)
10,2 Persen Mahasiswa KIPK 2026 Berasal dari Wilayah 3T, Begini Penjelasan Bakom. (Foto: Istimewa)

Sebanyak 85.390 mahasiswa atau 10,2 persen memang berasal dari kabupaten/kota Daerah Khusus 3T, tetapi yang benar-benar menempuh kuliah di perguruan tinggi yang berlokasi di wilayah 3T hanya 45.348 mahasiswa atau 5,4 persen.

“Artinya, sebagian mahasiswa asal 3T memilih melanjutkan studi di luar wilayah asalnya,” kata Qodari.

Ia mengatakan KIP Kuliah semakin menjangkau kelompok yang benar-benar menjadi prioritas program. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membandingkan kuota penerima dengan dua basis data.

Basis data pertama yakni jumlah penerima Program Indonesia Pintar (PIP) Pendidikan Menengah pada 2026 (per pembaruan 20 Februari 2026) tercatat 1.974.451 siswa. Sebanyak 524.047 siswa di antaranya berada pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1–4 menjadi kelompok yang menjadi prioritas sasaran KIP Kuliah.

Basis data kedua adalah jumlah mahasiswa baru jenjang sarjana dan diploma pada 2025 mencapai 1.835.693 mahasiswa. Terdiri atas 851.983 mahasiswa di PTN dan 983.710 mahasiswa di PTS.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement