sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

10,2 Persen Mahasiswa KIPK 2026 Berasal dari Wilayah 3T, Begini Penjelasan Bakom

News editor Tangguh Yudha
27/08/2026 13:21 WIB
Qodari mengatakan Program KIP Kuliah juga terbukti meningkatkan akses ke pendidikan tinggi bagi kelompok ekonomi rentan. 
10,2 Persen Mahasiswa KIPK 2026 Berasal dari Wilayah 3T, Begini Penjelasan Bakom. (Foto: Istimewa)
10,2 Persen Mahasiswa KIPK 2026 Berasal dari Wilayah 3T, Begini Penjelasan Bakom. (Foto: Istimewa)

Dari perbandingan tersebut, kuota 200.000 penerima baru KIP Kuliah setiap tahun setara dengan 10,9 persen dari total mahasiswa baru nasional. Namun, jika dibandingkan khusus dengan populasi prioritas, yakni 524.047 siswa pada DTSEN desil 1–4, kuota 200.000 penerima baru itu setara dengan 38,2 persen.

“Ini menunjukkan jangkauan yang jauh lebih signifikan terhadap kelompok yang benar-benar menjadi prioritas program,” kata Qodari.

Qodari mengatakan Program KIP Kuliah juga terbukti meningkatkan akses ke pendidikan tinggi bagi kelompok ekonomi rentan. 

Dari total penerima tahun berjalan 2026 tercatat 840.792 mahasiswa, dengan rincian 380.741 mahasiswa di 124 PTN dan 460.051 mahasiswa di 2.204 PTS. Khusus penerima baru tahun 2025, tercatat 233.233 mahasiswa yang tersebar di 124 PTN dan 2.089 PTS.

Dari sisi latar belakang ekonomi, rata-rata pendapatan kotor gabungan orang tua penerima baru 2025 hanya sekitar Rp1,27 juta per bulan untuk penerima di PTN dan Rp1,18 juta per bulan untuk penerima di PTS.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement