Survei tersebut dilakukan untuk mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana. Hasilnya juga menjadi dasar pemetaan mikrozonasi pascagempa, evaluasi kondisi wilayah terdampak, serta penyusunan rekomendasi mitigasi dan rekonstruksi yang lebih aman.
BMKG, kata dia, memprioritaskan wilayah dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat dan membandingkannya dengan wilayah yang relatif tidak mengalami kerusakan.
"BMKG juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat terdampak mengenai kondisi pascagempa, termasuk langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika gempa susulan kembali terjadi," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)