Hal ini berdampak besar pada perjalanan udara global, karena pusat-pusat penerbangan di Timur Tengah berfungsi sebagai penghubung penting antara Eropa, Asia, Afrika, dan sekitarnya. Ketika pusat-pusat penerbangan ini ditutup, gangguan menyebar ke seluruh dunia seperti efek domino.
Media sosial dipenuhi dengan unggahan dari penumpang yang terjebak di Bandara Internasional Hamad, Dubai, dan Abu Dhabi. Para pelancong melaporkan antrean panjang untuk memesan ulang penerbangan, mendapatkan voucher hotel, atau menerima bantuan, dengan banyak yang tidur di dalam terminal. (Wahyu Dwi Anggoro)