IDXChannel—Produsen motor listrik lokal, Alva, meluncurkan Alva N3 Next Gen di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Alva mengklaim varian terbaru ini siap digunakan mudik lebaran tahun ini.
Chief Marketing Officer Alva Putu Swaditya Yudha, dalam konferensi persnya menyatakan bahwa Alva N3 Next Gen hadir dengan pembaruan signifikan pada sektor baterai dan ekosistem pendukung.
Dia mengklaim Alva sebagai jenama motor listrik pertama yang siap mengakomodasi perjalanan jarak jauh antarprovinsi.
“Hari ini saya dengan bangga bilang bahwa kami bisa menghubungkan infrastruktur dan juga ekosistem Alva dari Jawa ke Bali. Saya dan tim Alva berani mengklaim kami adalah brand motor listrik pertama di Indonesia yang bisa membuat konsumen Indonesia libur Lebaran,” ujar Adit, Kamis (5/2/2026).
Adit menegaskan kesiapan mudik ini didukung oleh pertumbuhan agresif titik pengisian daya cepat (Boost Charging) Alva. Pada 2025, Alva hanya memiliki 19 lokasi titik pengisian. Kini Alva memiliki lebih dari 180 konektor yang tersebar di jalur utama.
Dia merinci rute mudik yang kini sudah terhubung meliputi Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, hingga Surabaya dan Malang, kemudian tersambung ke Bali.
“Titik-titik Boost Charging Alva sudah tersedia, sudah terkoneksi, dan sudah bisa digunakan,” lanjutnya.
Klaim ini diperkuat dengan data penggunaan infrastruktur yang meroket. Alva mencatat pada kuartal IV-2025, penggunaan daya di stasiun pengisian Alva mencapai 2.000 kWh, naik berkali-kali lipat dibandingkan awal tahun sebelumnya.
Selain itu, jaringan layanan purnajual juga diperluas dari 41 titik menjadi sekitar 120 titik pada awal 2026.
Lebih jauh, Alva juga memperkenalkan skema kepemilikan baru bertajuk ‘Bebas dan Pas’. Skema ini memisahkan harga unit dengan biaya baterai melalui sistem berlangganan.
Konsumen hanya perlu membayar biaya langganan baterai sebesar Rp125.000 per bulan. Menariknya, jika penggunaan di bawah 700 km per bulan, biaya pemakaian digratiskan.
“Ini adalah sebuah terobosan baru, menjadi opsi kepemilikan motor listrik di Indonesia, dan juga sesuai dengan kebutuhan konsumen,” kata Adit.
Adit lalu menjelaskan bahwa perusahaan menyediakan dua opsi pembelian bagi konsumen, yakni pembelian putus dengan hak milik baterai sepenuhnya atau pembelian unit dengan skema sewa baterai.
“Harganya sebenarnya ada dua opsi. Kalau hak milik baterai itu harganya Rp35,5 juta (OTR). Nah, kalau dengan sewa baterai, harganya nanti cuma bayar sekitar Rp20,5 juta,” ujarnya.
Terkait ketersediaan unit, Alva memastikan konsumen sudah bisa melakukan test ride mulai pekan ini. Sementara untuk proses distribusi unit ke tangan konsumen, akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
“Untuk pengiriman pertama kira-kira di minggu pertama bulan Maret,” tutup Adit.
(Nadya Kurnia)