"Karena di tempat ini enggak mungkin, begitu curah hujan 100 saja Sungai Mookervart ini pasti akan melimpah ke jalan yang ada di Daan Mogot," kata Pramono.
Adapun sebagai penanganan jangka pendek, sebanyak tiga pompa stasioner telah dibangun di KM13, KM13A dan KM13B. Pramono mengatakan bahwa pompa itu mampu menyedot air tujuh kali lipat dibandingkan satu pompa mobile yang selama ini menjadi alat utama menangani genangan.
"Kalau dulu di tempat ini hanya ada kurang lebih 1.000 liter per detik, dan itu pun mobile. Sekarang dengan pompa yang stasioner yang tetap akan ada di sini, kapasitasnya menjadi tujuh kali, kurang lebih 7.000 liter per detik," kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)