Meski demikian, Bahlil memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman untuk 20 hari ke depan.
Terkait potensi dampak terhadap subsidi energi, dia menyebut hingga saat ini belum ada masalah. Namun, Bahlil tidak menampik peluang koreksi harga apabila ketegangan di Timur Tengah terus berlanjut.
“Sampai hari ini enggak ada masalah, tapi kan harga dunia pasti akan mengalami koreksi ketika kondisi geopolitik di Timur Tengah terus memanas,” jelasnya.
Mengenai alternatif pasokan, termasuk impor dari Amerika Serikat, Bahlil mengatakan prosesnya masih berjalan sesuai kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya.
“Sudah saya katakan bahwa impor AS itu setelah ditandatangani, baru kita melakukan tindak lanjutnya secara detail. Kita kasih kesempatan sekitar 60 hari dan sampai hari ini saya pikir kita sebagian sudah ambil dari AS terutama elpiji. Sebagian sudah kita ambil,” pungkasnya.
(Nadya Kurnia)