CAG Executive VP for Air Hub and Cargo Development Lim Ching Kiat mengatakan permintaan perjalanan udara tetap kuat pada kuartal pertama di tengah imbas krisis di Timur Tengah.
“Selagi ada imbas dari krisis di Timur Tengah, kami memperkuat kerja sama dengan mitra maskapai untuk merespons peningkatan permintaan dan perubahan pola perjalanan para penumpang,” tutur Lim.
Dia juga mengatakan manajemen Changi Airport juga akan melanjutkan kerja sama dengan maskapai dan terus memantau kondisi geopolitik untuk menyediakan rute alternatif melalui jaringan penerbangan yang beragam.
Pergerakan pesawat di Changi pada kuartal pertama tahun ini mencapai 95.300 pergerakan (landing dan take-off), naik 1,4 persen secara tahunan.
Adapun negara-negara tujuan dan asal yang berkontribusi besar pada pergerakan penumpang di Changi adalah China, Indonesia, Malaysia, Australia, dan India. Adapun rute penerbangan tersibuk di Changi adalah Kuala Lumpur, Bangkok, Jakarta, Tokyo, dan Hong Kong.