Kemudian yang ketiga, lanjut Teddy, yang paling dirasakan oleh guru-guru adalah, jadi dulu pemberian tunjangan honor itu melalui transfer ke daerah.
"Nah, tahun lalu Presiden memberi instruksi agar setiap bulan itu langsung diberikan langsung ke gurunya. Dan sudah berjalan," kata dia.
Teddy juga merespons terkait adanya narasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan anggaran pendidikan. Menurutnya, narasi yang beredar tersebut sangat keliru.
“Saya ingin meluruskan pemahaman dan narasi yang keliru. Tentang apa? Jadi, kemarin ada pihak, sedikit pihak yang menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis itu mengurangi program dan anggaran pendidikan. Sehingga sekolah terbengkalai, kemudian guru-guru tidak diperhatikan. Jadi, saya mau jawab itu narasi yang keliru,” katanya.
Teddy menjelaskan program MBG bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dia menerangkan, terkait anggaran, hal itu telah melewati kesepakatan pemerintah bersama DPR termasuk tahap pengambilan kesepakatan di Badan Anggaran (Banggar) DPR.
“Kemudian pertanyaannya adalah, apakah program makan bergizi ini mengurangi program pendidikan? Saya jawab, tidak,” ujar dia.
Dia menegaskan, pemerintahan Presiden Prabowo tidak menyetop program pendidikan di era pemerintahan sebelumnya. Justru kata dia, program-program berorientasi peningkatan pendidikan justru ditambah.