“Kita juga sumber daya alam kita luar biasa karena kosmetik asalnya bisa saja juga dari misalnya dari pegunungan yang berasal dari air, dari soil atau dari bahan-bahan mineral yang kita miliki,” jelas Taruna.
Dengan adanya bahan-bahan di atas, ia yakin potensi bahan baku yang dimiliki Indonesia bisa memenuhi kebutuhan global. Di sisi lain, ia menilai bahwa kebutuhan kosmetik saat ini sudah beragam.
Bukan hanya dipakai oleh kaum perempuan seperti ibu-ibu atau untuk riasan wajah saat menghadiri acara. Kosmetik saat ini mulai digunakan untuk kebutuhan bayi.
Bahkan, kosmetik hari ini tidak memandang gender. Hal itu dilihat dari kosmetik yang saat ini juga menjadi kebutuhan para pria.
“Ternyata kebutuhan kosmetik bukan hanya untuk ibu-ibu, bukan hanya untuk orang yang mau ke pesta, tapi itu kebutuhan dari bayi. Bayi minimal menggunakan sabun yang bebas alergi, dan sebagainya. Dulu cuma perempuan; sekarang menjadi kebutuhan pria dan laki-laki seperti saya juga selalu pakai kosmetik, tapi kosmetik mungkin krim,” pungkas dia.
(Nadya Kurnia)