IDXChannel - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi memperluas penggunaan vaksin campak untuk kelompok dewasa berisiko. Hal ini sebagai bagian dari upaya pengendalian kejadian luar biasa (KLB) campak tahun 2026.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam merespons kedaruratan kesehatan masyarakat akibat meningkatnya kasus campak di sejumlah wilayah.
BPOM bergerak cepat dalam merespons kedaruratan kesehatan masyarakat dengan memastikan ketersediaan dan akses vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu.
"BPOM telah menerbitkan persetujuan penggunaan vaksin campak, selain untuk anak, juga untuk kelompok dewasa," kata Taruna Ikrar, Minggu (12/4/2026).
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga minggu ke-11 tahun 2026 tercatat 58 KLB campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi.
Meski menunjukkan penurunan signifikan hingga 93 persen dari puncak 2.220 kasus menjadi 146 kasus pada pertengahan Maret 2026, pemerintah tetap menekankan pentingnya surveilans ketat karena risiko penularan masih ada, termasuk pada kelompok dewasa dengan cakupan imunisasi yang belum optimal.
“Yang menderita campak bukan hanya anak-anak, tetapi juga terdapat kasus pada kelompok dewasa,” katanya.
Taruna menjelaskan bahwa keputusan perluasan indikasi ini diambil melalui proses evaluasi ilmiah yang komprehensif dan berbasis data.
"Kami tidak sekonyong-konyong mengambil keputusan," kata Taruna Ikrar.
Dia melanjutkan, BPOM telah melakukan konsultasi dengan World Health Organization (WHO), melibatkan Komite Nasional Penilai Obat, serta melakukan analisis terhadap data uji klinik dan bukti penggunaan di dunia nyata (real world evidence).
Sebagai WHO-Listed Authority (WLA) di bidang vaksin, BPOM melaksanakan proses evaluasi berbasis data dan kolaborasi internasional dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, BPOM secara resmi menetapkan persetujuan penggunaan vaksin campak produksi Bio Farma untuk kelompok dewasa berisiko, terhitung sejak 7 April 2026. Kehadiran vaksin ini melengkapi vaksin lain yang sebelumnya telah tersedia untuk kelompok usia tersebut.
“Persetujuan ini merupakan hasil kajian ketat berbasis data ilmiah guna memastikan bahwa vaksin yang digunakan masyarakat memenuhi standar keamanan, kualitas, dan efikasi,” kata Taruna Ikrar.
Selain faktor epidemiologi, ketersediaan vaksin juga menjadi pertimbangan penting. Selama ini, vaksin produksi dalam negeri oleh Bio Farma telah tersedia luas. Namun, penggunaannya diprioritaskan untuk kelompok anak.
Perluasan indikasi ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan vaksin dalam negeri dalam mendukung kebutuhan vaksinasi dewasa.
Selain vaksin produksi Bio Farma, vaksin campak kombinasi measles-mumps-rubella (MMR) dari produsen lain, seperti GlaxoSmithKline (GSK) dan Merck Sharp & Dohme (MSD), juga telah tersedia untuk kelompok usia dewasa.
Dia juga menekankan bahwa vaksinasi campak pada kelompok dewasa akan difokuskan pada populasi berisiko tinggi sebagai prioritas utama. Kelompok tersebut meliputi tenaga kesehatan, pelaku perjalanan internasional, serta individu yang memiliki kontak erat dengan pasien dari kelompok imunokompromi yang rentan terhadap infeksi.
Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan, khususnya bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, serta kelompok berisiko lainnya.
(Nur Ichsan Yuniarto)