Dia menyebut Komisi IX DPR sebagai mitra kerja BPOM telah menyetujui tambahan anggaran tersebut. Selanjutnya, BPOM masih menunggu proses pembahasan hingga diperoleh angka anggaran final.
Dari tambahan anggaran Rp509 miliar yang telah diperoleh BPOM, sebagian akan dialokasikan secara khusus untuk mendukung pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Taruna mengatakan BPOM akan memaksimalkan tambahan anggaran tersebut, terutama untuk memperkuat upaya pencegahan kejadian luar biasa (KLB) maupun keracunan yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG.
“Kemudian ada yang lebih spesifik lagi, kita dapat tambahan anggaran yang berhubungan dengan makan bergizi gratis, kurang lebih Rp509 miliar. Dari total Rp509 miliar yang itu, tentu kita akan berjanji akan menjalankan itu secara maksimal. Khususnya, berdasarkan masukan dari Komisi IX, kita perkuat pada pencegahannya,” ungkapnya.
Menurut dia, BPOM sebelumnya memiliki sejumlah upaya dalam pengawasan MBG, mulai dari surveilans, edukasi hingga mitigasi. Namun, Komisi IX DPR meminta agar penggunaan tambahan anggaran tersebut lebih diarahkan atau direfocusing pada aspek pencegahan.