Untuk beberapa logam tanah jarang berat, seperti yang digunakan untuk magnet pada motor kendaraan listrik dan hibrida, misalnya, Jepang hampir sepenuhnya bergantung pada China.
Produsen mobil Jepang, Subaru, mengatakan pihaknya memantau situasi dengan cermat, sementara Toyota dan Nissan tidak segera memberikan komentar. (Wahyu Dwi Anggoro)