sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Draf Akhir Perjanjian Kesepakatan Damai AS-Iran Tercapai

News editor Kunthi Fahmar Sandy
22/05/2026 09:06 WIB
Draf akhir perjanjian perdamaian antara Washington dan Teheran telah tercapai dengan mediasi Pakistan.
Draf Akhir Perjanjian Kesepakatan Damai AS-Iran Tercapai (FOTO:iNews Media Group)
Draf Akhir Perjanjian Kesepakatan Damai AS-Iran Tercapai (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Draf akhir perjanjian perdamaian antara Washington dan Teheran telah tercapai dengan mediasi Pakistan. 

Adapun laporan tersebut diperkirakan diumumkan dalam beberapa jam ke depan, lapor Kantor Berita Buruh Iran (ILNA), mengutip penyiar Arab Saudi Al Arabiya.

Dilansir dari laman Investing Jumat (22/5/2026), ketentuan utama perjanjian tersebut mencakup gencatan senjata segera di semua front, jaminan kebebasan navigasi di Teluk dan Selat Hormuz, dan dimulainya negosiasi mengenai isu-isu yang belum terselesaikan dalam waktu satu minggu, kata ILNA, mengutip Al Arabiya.

Harga minyak dengan cepat kehilangan keuntungan usai laporan ILNA. Tercatat harga minyak mentah Brent berjangka, patokan minyak global, terakhir turun 0,7 persen menjadi USD104,33 per barel.

Di sisi lain, harapan akan penyelesaian konflik Timur Tengah sebelumnya terpukul setelah Reuters melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei telah mengeluarkan arahan agar uranium Iran yang hampir mencapai tingkat senjata nuklir tidak dikirim ke luar negeri.

Langkah ini pun mengisyaratkan pengerasan sikap Iran terhadap salah satu poin penting dalam negosiasi dengan AS, karena Presiden Donald Trump telah berulang kali mengatakan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Namun, Al Jazeera mengatakan Teheran membantah laporan tentang perintah Khamenei. Bahkan, ada yang menyebut laporan tersebut bersifar "propaganda oleh musuh-musuh kesepakatan." 

Gedung Putih juga menolak laporan tersebut dan menggambarkannya sebagai berita palsu, kata Fox News, mengutip seseorang yang terlibat langsung dalam negosiasi.

Pada hari Rabu, Trump mengatakan AS berada dalam "tahap akhir" dari rancangan perjanjian perdamaian potensial dengan Iran, meskipun ia membangkitkan kemungkinan peningkatan kembali permusuhan dan memperingatkan bahwa "kita akan melakukan beberapa hal yang agak buruk" jika kesepakatan tidak tercapai. 

Sebelumnya Trump pada hari Senin telah menunda serangan militer yang direncanakan terhadap Iran atas permintaan tiga pemimpin Teluk, kemudian mengatakan bahwa ia hanya "satu jam lagi" dari serangan tersebut.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement