Menurutnya, sistem perlu dirancang agar tetap memiliki lapisan perlindungan meskipun dalam kondisi tertentu terdapat proses yang harus dilewati, sehingga keamanan tidak hanya bergantung pada kepatuhan individu terhadap prosedur.
Pendekatan ini diimplementasikan secara ketat sejak tahap awal pengembangan (security by design). Setiap talent digital maupun mitra wajib menjalani proses onboarding, menandatangani Pakta Integritas, serta melalui tahap analisis risiko sebelum diberikan akses terbatas sesuai peran (risk-based access).
Selain itu, setiap sistem wajib lolos pengujian bertahap, mulai dari QA Test, Function Test, hingga Security Test sebelum masuk ke tahap produksi (go-to-production).
Lebih lanjut, Peruri juga mulai mengadopsi teknologi mutakhir seperti Large Risk Model (LRM) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu mendeteksi serta memprediksi celah keamanan pada kode pemrograman secara otomatis.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk mengantisipasi human factor atau kesalahan prosedur akibat tingginya dinamika dan urgensi pekerjaan.