sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dukung Kedaulatan Digital, Peruri Tegaskan Keamanan Siber Perlu Diperkuat

News editor Yuwantoro Winduajie
16/09/2026 11:33 WIB
Membangun keamanan siber tidak cukup dilakukan melalui program awareness bagi para pekerja.
Dukung Kedaulatan Digital, Peruri Tegaskan Keamanan Siber Perlu Diperkuat
Dukung Kedaulatan Digital, Peruri Tegaskan Keamanan Siber Perlu Diperkuat

IDXChannel – Di tengah percepatan transformasi digital, Peruri mendorong penguatan keamanan siber melalui pendekatan yang mengintegrasikan aspek keamanan ke dalam proses kerja, teknologi, dan tata kelola organisasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Edwin Purwandesi selaku Direktur Digital Business Peruri, dalam Executive Forum “The Internal Frontline: Fixing the Human Factor in Cybersecurity” pada rangkaian ADIGSI Cyber Resilience Day 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo).

Dalam pemaparannya, Edwin menyampaikan bahwa membangun keamanan siber tidak cukup dilakukan melalui program awareness bagi para pekerja. Menurutnya, awareness tersebut harus didukung dengan ketersediaan infrastruktur, tools, platform, serta mekanisme enforcement yang terintegrasi langsung dalam operasional harian.

“Kalau kita berikan awareness tapi tidak kita sediakan tools dan platform, awareness-nya akan kehilangan makna. Mari kita teruskan awareness, namun juga kita siapkan framework dan platform yang sesuai dan mendukung awareness tersebut,” kata Edwin dikutip Selasa (16/9/2026).

Edwin juga menekankan pentingnya penerapan security by design untuk menghadapi kondisi ketika pekerja berada dalam situasi yang mendesak.

Menurutnya, sistem perlu dirancang agar tetap memiliki lapisan perlindungan meskipun dalam kondisi tertentu terdapat proses yang harus dilewati, sehingga keamanan tidak hanya bergantung pada kepatuhan individu terhadap prosedur.

Pendekatan ini diimplementasikan secara ketat sejak tahap awal pengembangan (security by design). Setiap talent digital maupun mitra wajib menjalani proses onboarding, menandatangani Pakta Integritas, serta melalui tahap analisis risiko sebelum diberikan akses terbatas sesuai peran (risk-based access).

Selain itu, setiap sistem wajib lolos pengujian bertahap, mulai dari QA Test, Function Test, hingga Security Test sebelum masuk ke tahap produksi (go-to-production).

Lebih lanjut, Peruri juga mulai mengadopsi teknologi mutakhir seperti Large Risk Model (LRM) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu mendeteksi serta memprediksi celah keamanan pada kode pemrograman secara otomatis.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk mengantisipasi human factor atau kesalahan prosedur akibat tingginya dinamika dan urgensi pekerjaan.

Melalui sinergi pemahaman pekerja terhadap keamanan siber, pemanfaatan teknologi AI, dan tata proses yang terintegrasi, Peruri terus memperkuat fondasi keamanan dalam setiap proses transformasi digital.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kedaulatan digital yang efektif, dengan memastikan teknologi, data, proses, dan sumber daya manusia Indonesia mampu terlindungi serta dikelola secara aman, andal, dan terpercaya. Dengan demikian, penguatan keamanan siber tidak hanya menjadi langkah mitigasi risiko, tetapi juga menjadi fondasi dalam mewujudkan kedaulatan digital Indonesia yang berkelanjutan.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement