Termasuk TNI-Polri, rumah sakit pemerintah, perguruan tinggi, organisasi profesi, hingga lembaga kemanusiaan. Para relawan ditempatkan bergilir setiap dua hingga tiga minggu, dengan jumlah sekitar 700–900 orang setiap periodenya.
Sejak awal Januari, penanganan memasuki tahap ketiga berupa pemulihan menyeluruh. Kali ini fokus diarahkan pada perbaikan alat kesehatan, ambulans, serta fasilitas penunjang lain yang rusak akibat banjir.
Hingga kini, ratusan ambulans telah diperbaiki berkat kerja sama dengan berbagai pihak swasta dan teknisi lapangan. Selain itu, laboratorium Puskesmas yang rusak, termasuk fasilitas pemeriksaan TBC, juga mulai diperbaiki atau diganti.
Kemenkes juga melibatkan donatur untuk mempercepat pemulihan fasilitas yang membutuhkan pengadaan alat baru. Budi menegaskan, penanganan kesehatan pascabencana tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dan tingginya solidaritas masyarakat menjadi kunci percepatan pemulihan.