“Dalam dua minggu, seluruh 87 rumah sakit sudah bisa melayani pasien kembali. Ada yang belum 100 persen karena masih lumpur atau alat rusak, tapi pelayanan dasar sudah berjalan,” ujar Budi.
Memasuki tahap kedua pada pekan ketiga Desember, Kemenkes fokus memulihkan layanan Puskesmas. Dari 867 Puskesmas terdampak, sebanyak 152 di antaranya sempat berhenti beroperasi karena terendam banjir parah.
Hingga awal Januari 2026, tersisa tiga Puskesmas di Aceh yang belum dapat beroperasi, dua di antaranya harus dibangun ulang karena mengalami kerusakan total.
“Puskesmas ini krusial karena melayani warga di sekitar dan pengungsi. Target kami, masyarakat tidak perlu ke rumah sakit jika bisa ditangani di Puskesmas,” jelasnya.
Untuk memastikan layanan kesehatan di sekitar 1.000 titik pengungsian tetap berjalan, Kemenkes juga menurunkan sekitar 4.000 relawan kesehatan dari berbagai institusi.