sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

DPR Minta Impor Kendaraan Pck Up dari India Ditunda, Ini Respons Dirut Agrinas

Economics editor Rohman Wibowo
24/02/2026 02:00 WIB
Joao menekankan apa yang menjadi keputusan kolektif dari level legislatif dan eksekutif bakal dilakoni Agrinas.
DPR Minta Impor Kendaraan Pck Up dari India Ditunda, Ini Respons Dirut Agrinas. Foto: iNews Media Group.
DPR Minta Impor Kendaraan Pck Up dari India Ditunda, Ini Respons Dirut Agrinas. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) Joao Angelo De Sousa Mota merespons pernyataan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, yang meminta pemerintah untuk menunda terlebih dahulu rencana impor 105 ribu unit mobil pick up dari India.

Sebagai mitra kerja DPR, Joao menekankan apa yang menjadi keputusan kolektif dari level legislatif dan eksekutif bakal dilakoni Agrinas. Termasuk melakukan penundaan impor kendaraan 105 ribu unit.

"Kami loyal setia dan taat kepada perintah," kata Joao kepada IDX Channel, Senin (23/2/2026). 

Respons Joao ini berbeda dari hari sebelumnya, yang mengatakan tidak bakal melakukan penyesuaian kebijakan impor kendaraan dari India, seiring kebijakan ini menimbulkan polemik. Terlebih, sebagian kendaraan diklaimnya sudah tiba di Tanah Air.

"Baru datang seribuan. Bulan ini komplitlah seribuan (datang) itu pick up single cabin," ujar Joao kepada awak media.

Joao juga membeberkan alasan melakukan impor kendaraan untuk operasional logisitk Koperasi Merah Putih ini dilatarbelakangi faktor harga, kualitas, dan ketersediaan produk serupa di dalam negeri. 

Dari sisi harga, kendaraan impor asal India dinilai lebih kompetitif dibandingkan harga yang dipatok pabrikan lain. Dengan produk yang lebih murah, diklaim memiliki kualitas setara. 

"Kami memesan dengan harga yang sangat kompetitif atau hampir 50 persen lebih murah dari kompetitornya. Dari sisi durability, power, dan fuel consumption, kendaraan ini sangat andal dan sangat bagus," katanya.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement