IDXChannel - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menyerukan aktivasi Perjanjian Keamanan Minyak ASEAN (APSA) di tengah krisis energi akibat konflik di Timur Tengah.
Marcos mengatakan bahwa ASEAN harus segera mengaktifkan Langkah-Langkah Tanggap Darurat Terkoordinasi (CERM) dalam APSA, yang memungkinkan negara-negara anggota untuk saling mendukung kebutuhan minyak dan gas mereka selama krisis global.
“Ini dapat berfungsi sebagai penyangga yang berarti bagi ekonomi yang lebih kecil selama gangguan seperti yang kita alami saat ini,” kata Marcos, dilansir dari Inquirer pada Kamis (16/4/2026).
Marcos menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan Asia Zero Emission Community (AZEC) Plus. Forum yang diselenggarakan secara daring oleh Jepang tersebut membahas isu ketahanan energi.
Filipina merupakan salah satu negara ASEAN yang terdampak gejolak minyak global, karena kebutuhan energinya sebagian besar dipenuhi dari Timur Tengah.
Berdasarkan CERM APSA, semua negara anggota wajib berupaya memasok minyak bumi ke mitranya yang mengalami kesulitan.
Anggota ASEAN dapat mengeluarkan pemberitahuan darurat jika pasokan minyaknya mencapai level kritis, yang terjadi jika negara tersebut mengalami kekurangan setidaknya 10 persen dari kebutuhan domestik normalnya selama setidaknya 30 hari.
Marcos juga menguraikan sejumlah usulan tambahan untuk memperkuat arsitektur keamanan energi kolektif Asia, termasuk membangun cadangan minyak bersama. (Wahyu Dwi Anggoro)