IDXChannel - Gubernur The Fed, Lisa Cook, mengatakan mempertahankan suku bunga tetap saat ini masih merupakan kebijakan yang tepat. Namun, dia menyatakan siap menaikkan suku bunga jika inflasi tidak turun sesuai harapan.
Cook menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah forum kebijakan mengenai kecerdasan buatan yang diselenggarakan oleh Stanford’s Institute for Economic Policy Research. Dia menguraikan gambaran risiko yang condong ke arah inflasi yang lebih tinggi serta pasar tenaga kerja yang dia nilai relatif stabil namun tetap menghadapi risiko penurunan.
“Risiko masih condong ke arah inflasi yang lebih tinggi,” kata Cook dilansir Investing, Kamis (28/5/2026).
Cook mengidentifikasi tiga faktor utama yang mendorong kenaikan harga, yaitu tarif yang diberlakukan tahun lalu, yang dampak inflasinya dia perkirakan akan mereda.
Kemudian harga minyak yang meningkat sejak dimulainya perang Iran pada 28 Februari, serta lonjakan investasi terkait AI yang mendorong permintaan chip dan perangkat lunak serta menaikkan upah pekerja konstruksi seiring percepatan pembangunan pusat data.
Dia mengakui bahwa beberapa guncangan ini secara teori bersifat sementara, namun memperingatkan bahwa setelah lima tahun inflasi berada di atas target The Fed sebesar 2 persen, tekanan jangka pendek berisiko tertanam dalam perilaku penetapan harga dan upah dalam jangka menengah.
Cook memberikan suara bersama mayoritas dalam pertemuan terbaru The Fed untuk mempertahankan suku bunga kebijakan di kisaran 3,50 hingga 3,75 persen. Pernyataannya menempatkan dirinya di antara kelompok pejabat yang memberi sinyal kenaikan suku bunga tetap menjadi opsi yang terbuka, sebuah sikap yang memperumit prospek bagi Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, yang dibebani ekspektasi penurunan suku bunga oleh Presiden AS Donald Trump.
Terkait pasar tenaga kerja, Cook menilai tingkat pengangguran April sebesar 4,3 persen mencerminkan kondisi yang secara umum stabil, dan adanya risiko penurunan. Dia menyatakan siap menurunkan suku bunga jika kondisi memburuk, sementara untuk saat ini dia memperkirakan stabilitas tanpa perlu pelonggaran.
Cook juga membahas kecerdasan buatan secara langsung, dengan menyampaikan optimisme yang hati-hati bahwa adopsi yang cepat akan meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Namun, dia mencatat bahwa kehilangan pekerjaan akibat AI dapat terjadi lebih dulu sebelum munculnya penciptaan lapangan kerja baru, yang berpotensi menjadi beban bagi pasar tenaga kerja yang sebenarnya cukup tangguh.
Cook juga menambahkan bahwa AI dapat meningkatkan stabilitas keuangan, meskipun implikasinya terhadap keamanan siber masih belum jelas.
Pernyataan Cook memperkuat narasi suku bunga tinggi lebih lama yang membebani aset berisiko dan mendukung dolar.
Kesediaannya secara eksplisit untuk menaikkan suku bunga, bukan sekadar menahannya, memberikan kecenderungan hawkish di luar ekspektasi pasar saat ini. Penekanannya pada harga minyak yang terkait dengan perang Iran sebagai pendorong inflasi yang berkelanjutan menjaga relevansi premi risiko geopolitik bagi pasar energi.
Saham yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga berpotensi menghadapi tekanan jika pejabat The Fed lainnya menyampaikan sikap serupa dalam beberapa hari ke depan.
(NIA DEVIYANA)