Prabowo juga mengungkapkan bahwa perjuangannya sudah dimulai jauh sebelum menjabat sebagai Presiden, termasuk saat memimpin organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia dan partai politik, karena melihat ketimpangan yang terus terjadi.
“Dari tahun ke tahun sebelum jadi presiden saya berjuang, berjuang sebagai ketua umum HKTI, sebagai ketua umum sebuah partai. Kenapa? Karena saya lihat ada kejanggalan di bangsa kita. Sudah berapa tahun negara yang begini kaya rakyatnya masih banyak yang miskin,” ucapnya.
Dia menilai kondisi tersebut tidak dapat diterima secara akal sehat dan hati nurani, terutama ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan.
“Terutama yang tidak masuk di akal saya bagaimana bisa negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur, tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Kita impor, impor. Impor pangan tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya,” tegas Prabowo.
(Nadya Kurnia)