IDXChannel - Campak merupakan salah satu penyakit yang disebabkan virus, hal ini sama dengan COVID-19. Spesialis Ilmu Kesehatan Anak dan Penyakit Tropis Prof Hinky Hindra Irawan Satari menjelaskan, secara umum masyarakat, terutama orang tua memahami campak tidak separah COVID-19, faktanya lebih menular hingga 7 kali lipat.
Ia mengatakan penularan di dalam ruangan dan berdampingan/di dekat orang terinfeksi campak bisa menularkan sampai 13 orang.
Angka ini jauh, dengan tingkat penularan SARs-COV-2 (Covid) hanya bisa menularkan 1-3 orang terdekatnya. Sehingga para orang tua diminta waspada dengan penyakit campak di Indonesia karena sekitar 12 Provinsi pada 2022 sudah menyatakan kejadian luar biasa (KLB).
"Campak merupakan penyakit infeksi yang sangat menular, dapat menularkan dari 1 penderita campak ke 12/13 orang disekitarnya. Yang menghirup udara yang mengandung virus dikeluarkan si penderita, kalau SARs-COV-2 itu menularkan hanya 1-3 dari penderita, jadi bayangkan ini memang sangat menular," kata Prof Hinky dalam Media Briefing virtual bersama RS Pondok Indah, Jumat (27/1/2023)
"Campak ini 6 sampai 7 kali jauh lebih menyebar daripada Covid-19, jadi sangat mudah menular dan menimbulkan kejadian luar biasa," jelasnya
Melansir dari Sehat Negeriku laman Kementerian Kesehatan bahwa Campak disebabkan oleh virus campak dan penularannya melalui droplet, percikan ludah saat batuk, bersin, bicara, atau bisa melalui cairan hidung.
Pencegahan campak hanya bisa diperoleh dari imunisasi, sehingga imunisasi sesuai jadwalnya harus dilakukan supaya anak-anak terhindar dari campak. Keadaan di Indonesia 2 tahun terakhir atau hampir 3 tahun karena terdampak dari pandemi Covid-19, membuat implikasi tidak baik terhadap cakupan imunisasi.
"Pencegahan kita sudah paham dan mengerti bahwa pencegahan itu tindakan paling efektif adalah vaksinasi, memberikan kekebalan sebelum terjangkit penyakit sangat menular ini," tandasnya.
(SLF)