Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan melaporkan bahwa sejak dimulainya posko Nataru pada 18 Desember, pelaksanaan angkutan secara umum berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
"Selama posko berlangsung, terdapat 1.549 titik pantau yang tersebar di seluruh moda transportasi," kata Aan.
Ribuan titik pantau tersebut mencakup 222 titik moda transportasi, 248 titik pelabuhan penyeberangan, 264 titik sektor laut, 257 bandara, 471 stasiun, 43 gerbang tol, serta 44 titik pemantauan di jalan arteri. Selain itu, pengawasan juga didukung oleh 7.159 titik CCTV dan sekitar 80 lokasi pemantauan menggunakan drone.
Aan menambahkan, sejumlah kendala teknis yang ditemukan selama pelaksanaan Nataru akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan angkutan Lebaran mendatang.
"Evaluasi akan kami lakukan agar pelayanan angkutan Lebaran ke depan dapat berjalan lebih optimal," katanya.
(kunthi fahmar sandy)