IDXChannel - Presiden Israel, Isaac Herzog, mengaku kecewa dengan seruan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk menghentikan pasokan senjata ke negara Yahudi yang dia pimpin. Apalagi, seruan itu muncul di saat pasukan zionis sedang berperang di Gaza dan Lebanon.
"Saya pikir prioritas saat ini adalah kita kembali ke solusi politik, yaitu kita berhenti mengirim senjata (ke Israel) untuk berperang di Gaza. Prancis tidak memberikan apa pun," kata Macron kepada lembaga penyiaran Prancis, France Inter, dalam wawancara yang direkam pada Selasa (1/10/2024) lalu.
Sementara itu, dalam wawancara eksklusif dengan Alarabiyah, akhir pekan ini, Herzog menyatakan ketidakpuasannya atas pernyataan pemimpin Prancis itu.
"Saya kecewa dengan komentar Presiden Macron ini. Saya berharap para pemimpin dunia bebas memahami bahwa dalam banyak hal, kami berjuang demi masa depan dunia bebas," klaim Herzog.
Menurut dia, Israel kini tengah berperang melawan Iran, yang disebutnya sebagai musuh yang berambisi untuk menguasai seluruh Timur Tengah. Israel, kata Herzog, untuk menghalangi ambisi Teheran itu bersama para sekutunya.
Pada Sabtu kemarin, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengutuk sikap Macron itu.
"Saat Israel memerangi kekuatan barbarisme yang dipimpin Iran, semua negara beradab seharusnya berdiri teguh di pihak Israel. Namun, Presiden Macron dan para pemimpin Barat lainnya kini menyerukan embargo senjata terhadap Israel. Mereka sungguh memalukan," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya.
Netanyahu mengatakan Israel terlibat dalam pertempuran di berbagai front melawan berbagai kelompok yang didukung oleh musuh bebuyutannya, Iran. Kelompok-kelompok yang dia maksud itu adalah Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, Hamas di Jalur Gaza, dan proksi-proksi lainnya.
"Poros teror ini bersatu. Namun negara-negara yang seharusnya menentang poros teror ini menyerukan embargo senjata terhadap Israel. Sungguh memalukan!" kata politikus zionis dari Partai Likud itu lagi.
(Ahmad Islamy Jamil)