sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

JD Vance Bakal Pimpin Tim AS Diskusi dengan Iran di Pakistan

News editor Febrina Ratna Iskana
20/04/2026 05:30 WIB
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), J.D. Vance akan memimpin tim AS berunding dengan Iran di Pakistan.
JD Vance Bakal Pimpin Tim AS Diskusi dengan Iran di Pakistan. (Foto: iNews Media Group)
JD Vance Bakal Pimpin Tim AS Diskusi dengan Iran di Pakistan. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), J.D. Vance akan memimpin tim AS berunding dengan Iran di Pakistan. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran jika pembicaraan tersebut gagal.

Trump juga menuduh Iran melanggar gencatan senjata setelah insiden penembakan di Selat Hormuz. Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengatakan pasukan Iran telah menembaki kapal, termasuk kapal Prancis dan kapal kargo yang terkait dengan Inggris.

Dia menyebutnya sebagai "pelanggaran total" terhadap perjanjian gencatan senjata. Menurut Trump, Washington menawarkan "kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal" tetapi memperingatkan bahwa jika Iran tidak menerimanya, Amerika Serikat dapat menargetkan infrastruktur utama.

Trump juga mengatakan delegasi AS akan melakukan perjalanan ke Islamabad untuk negosiasi, dengan Wakil Presiden JD Vance diharapkan memimpin pembicaraan, menurut reporter Axios Barak Ravid yang mengutip seorang pejabat senior AS.

Komentar Trump muncul setelah wakil menteri luar negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengatakan kepada wartawan pada Sabtu bahwa tidak ada tanggal pasti untuk putaran negosiasi berikutnya antara negaranya dan Amerika Serikat.

Ia memperingatkan bahwa kedua pihak harus terlebih dahulu menyepakati kerangka pemahaman sebelum pembicaraan dilanjutkan.

Berbicara di sela-sela forum diplomasi di Antalya, Turki, Saeed Khatibzadeh mengatakan kepada wartawan bahwa kedua pihak "sekarang fokus pada penyelesaian kerangka pemahaman antara kedua pihak.

“Kami tidak ingin memasuki negosiasi atau pertemuan apa pun yang pasti akan gagal dan yang dapat menjadi dalih untuk babak eskalasi berikutnya,” kata dia.

"Sampai kita menyepakati kerangka kerja, kita tidak dapat menetapkan tanggalnya. Sebenarnya ada kemajuan signifikan yang telah dicapai. Tetapi kemudian pendekatan maksimalis dari pihak lain, yang mencoba menjadikan Iran sebagai pengecualian dari hukum internasional, mencegah kita mencapai kesepakatan," katanya, merujuk pada tuntutan AS agar Iran meninggalkan program nuklirnya.

Dia menekankan Iran tidak akan menerima perundingan jika menjadikan Iran pengecualian dari hukum internasional. Menurutnya, kesekapatan akan merujuk pada kerangka peraturan internasional dan hukum internasional.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement