IDXChannel - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), J.D. Vance akan memimpin tim AS berunding dengan Iran di Pakistan. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran jika pembicaraan tersebut gagal.
Trump juga menuduh Iran melanggar gencatan senjata setelah insiden penembakan di Selat Hormuz. Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengatakan pasukan Iran telah menembaki kapal, termasuk kapal Prancis dan kapal kargo yang terkait dengan Inggris.
Dia menyebutnya sebagai "pelanggaran total" terhadap perjanjian gencatan senjata. Menurut Trump, Washington menawarkan "kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal" tetapi memperingatkan bahwa jika Iran tidak menerimanya, Amerika Serikat dapat menargetkan infrastruktur utama.
Trump juga mengatakan delegasi AS akan melakukan perjalanan ke Islamabad untuk negosiasi, dengan Wakil Presiden JD Vance diharapkan memimpin pembicaraan, menurut reporter Axios Barak Ravid yang mengutip seorang pejabat senior AS.
Komentar Trump muncul setelah wakil menteri luar negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengatakan kepada wartawan pada Sabtu bahwa tidak ada tanggal pasti untuk putaran negosiasi berikutnya antara negaranya dan Amerika Serikat.
Ia memperingatkan bahwa kedua pihak harus terlebih dahulu menyepakati kerangka pemahaman sebelum pembicaraan dilanjutkan.
Berbicara di sela-sela forum diplomasi di Antalya, Turki, Saeed Khatibzadeh mengatakan kepada wartawan bahwa kedua pihak "sekarang fokus pada penyelesaian kerangka pemahaman antara kedua pihak.
“Kami tidak ingin memasuki negosiasi atau pertemuan apa pun yang pasti akan gagal dan yang dapat menjadi dalih untuk babak eskalasi berikutnya,” kata dia.
"Sampai kita menyepakati kerangka kerja, kita tidak dapat menetapkan tanggalnya. Sebenarnya ada kemajuan signifikan yang telah dicapai. Tetapi kemudian pendekatan maksimalis dari pihak lain, yang mencoba menjadikan Iran sebagai pengecualian dari hukum internasional, mencegah kita mencapai kesepakatan," katanya, merujuk pada tuntutan AS agar Iran meninggalkan program nuklirnya.
Dia menekankan Iran tidak akan menerima perundingan jika menjadikan Iran pengecualian dari hukum internasional. Menurutnya, kesekapatan akan merujuk pada kerangka peraturan internasional dan hukum internasional.
Gencatan Senjata Berlaku Selama Akhir Pekan
Saat gencatan senjata antara AS dan Iran diuji selama akhir pekan, laporan baru dari Wall Street Journal menunjukkan bahwa militer AS siap untuk menaiki dan menyita kapal tanker minyak yang terkait dengan Iran di perairan internasional, mengutip pejabat AS.
Perkembangan ini terjadi setelah Iran menyerang beberapa kapal komersial pada Sabtu dan menyatakan Selat Hormuz berada di bawah kendalinya. Hal itu menyusul berita pada Jumat dari menteri luar negeri Iran bahwa Selat Hormuz telah dibuka, yang memicu reli besar-besaran di Wall Street dan aksi jual minyak yang tajam.
Faksi-faksi di Iran menyatakan bahwa AS melanggar perjanjian tersebut karena terus melakukan blokade dengan kapal perang AS, meningkatkan tekanan ekonomi pada rezim yang sedang terpuruk.
(Febrina Ratna Iskana)