sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

KA Argo Bromo Sudah Dapat Sinyal Hijau sebelum Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur

News editor Felldy Utama
21/05/2026 22:12 WIB
KNKT merinci garis waktu kejadian yang menunjukkan betapa singkatnya jeda waktu antara kecelakaan pertama yang melibatkan KRL dengan Taksi Green SM dan tabrakan
KA Argo Bromo Sudah Dapat Sinyal Hijau sebelum Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur
KA Argo Bromo Sudah Dapat Sinyal Hijau sebelum Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur

IDXChannel – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memaparkan kronologi  terkait kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

Terungkap fakta bahwa masinis Argo Bromo Anggrek melaju karena mendapatkan aspek sinyal berwarna hijau, meski saat itu terdapat gangguan di lintasan.

Dalam rapat bersama Komisi V DPR, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono merinci garis waktu kejadian yang menunjukkan betapa singkatnya jeda waktu antara kecelakaan pertama yang melibatkan KRL dengan Taksi Green SM dan tabrakan antar-kereta di stasiun Bekasi Timur.

Peristiwa bermula pada pukul 20:45:32 WIB, ketika KRL 5568 A berangkat dari stasiun Bekasi menuju Stasiun Bekasi Timur. Sementara, sekira pukul 20:48:13 - 20.48.29 WIB, KRL 5568 A proses masuk dan berhenti di stasiun Bekasi Timur di Jalur 1.

KA Argo Bromo Sudah Dapat Sinyal Hijau sebelum Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur

KA Argo Bromo Sudah Dapat Sinyal Hijau sebelum Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur

"Pukul 20.48.29 kejadian tabrakan antara KA 5181 commuter line dengan kendaraan bermotor roda empat (Taksi Green SM) di JPL Bekasi Timur jalur hilir," kata Soerjanto dalam penjelasannya di ruang rapat Komisi V DPR, Kamis (21/5/2026).

Di saat yang hampir bersamaan, KA 5568A Commuter Line sedang melakukan proses naik-turun penumpang di Stasiun Bekasi Timur. Pada pukul 20.48.53, KA 5568A sempat bergerak maju sejauh 1,69 meter.

"Jadi cuman pendek aja, dan berhenti karena masinis melihat kerumunan masyarakat di jalur hulu (tempat KRL tabrakan dengan taksi Green SM)," ujarnya.

Petaka terjadi beberapa menit kemudian. Pada pukul 20.50.43, KA 4B Argo Bromo Anggrek melintas langsung di Jalur 3 Stasiun Bekasi. KNKT menegaskan bahwa saat itu, sinyal keluar J12 menunjukkan aspek hijau, yang berarti kereta diizinkan melaju dengan kecepatan normal.

"Pada pukul 20.50.43 KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 ber-aspek hijau," ujarnya.

Hanya berselang kurang dari dua menit kemudian, tepatnya pukul 20.52.12, tabrakan antara KA 4B Argo Bromo Anggrek dengan bagian belakang KA 5568A Commuter Line tidak terelakkan.

Temuan ini memicu respons dari Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus. Ia mempertanyakan mengapa sistem persinyalan memberikan lampu hijau kepada Argo Bromo Anggrek, padahal sedang ada kecelakaan taksi dengan KRL dan posisi KRL yang berhenti di stasiun Bekasi Timur.

"Berarti di situ kesimpulannya sinyalnya hijau maka dia (Argo Bromo) bergerak?," cecar Lasarus.

"Maka dia bergerak," jawab Ketua KNKT.

KNKT mencatat bahwa rentang waktu antara kecelakaan taksi dengan tabrakan sesama kereta sangatlah singkat, yakni hanya berjarak 3 menit 43 detik. 

"Jadi memang cukup singkat antara tabrakan KA 5181 (dengan taksi), dengan tabrakan Argo Bromo, 3 menit 43 detik," kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement