“Itu juga kita sama, kita sudah punya tim krisis, pusat krisis yang siap dengan segera seperti kemarin di NTT dengan segera kita membangun rumah sakit,” katanya.
Lucia menjelaskan, dalam penanganan bencana di NTT, Kemenkes dapat segera mendirikan rumah sakit darurat untuk memastikan pelayanan medis tetap berjalan meski fasilitas kesehatan terdampak.
Rumah sakit darurat tersebut bahkan dilengkapi dengan kamar operasi untuk menangani korban yang membutuhkan tindakan medis, terutama pasien dengan patah tulang.
"Kesiapan serupa juga dilakukan merespons kondisi karhutla di wilayah Kalimantan," kata dia.
Meski demikian, saat ditanya mengenai jumlah kasus ISPA yang berkaitan dengan karhutla di Kalimantan, Lucia belum dapat memberikan angka terbaru.
Kemenkes pun masih menempatkan perlindungan terhadap masyarakat dari paparan asap sebagai salah satu perhatian dalam menghadapi dampak kesehatan karhutla.
(Nur Ichsan Yuniarto)