Selain itu, pusat data berbasis AI ini bisa bermanfaat bagi kelancaran bisnis para tenant. Mengingat ada 205 perusahaan nasional dan internasional yang berdiri di atas lahan seluas 2.200 hektare tersebut.
Hal tersebut ditegaskan Direktur Operasional Kota Deltamas, Tommy Satriotomo sebagai kesiapan digital yang bukan lagi menjadi pilihan di era global seperti sekarang ini.
“Ini menjadi fondasi digital penting bagi Kawasan Industri Deltamas untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan daya saing jangka panjang melalui pemantauan cerdas secara terintegrasi,” tegas Tommy.
Di sisi lain, President Director NEC Indonesia Joji Yamamoto juga menekankan pentingnya perlindungan data dalam ekosistem Industri 4.0. Selain mengandalkan AI dan IoT, pihaknya berkomitmen memperkuat sistem ini dengan solusi cyber security yang andal.
“Kami menghadirkan respons yang lebih cepat dan efisien dengan dukungan IoT dan visualisasi AI yang canggih. NEC siap meningkatkan Smart City Command Centre dengan solusi cyber security yang andal untuk melindungi operasional dari risiko yang terus berkembang,” tandas Joji.
(Nadya Kurnia)