Dia mencontohkan analogi RME seperti layaknya akun mobile banking dimana isi dari saldo hanya bisa diakses oleh pengguna. Demikian juga dengan rekam medis ini. Hanya pasien atau orang yang bersangkutan dan memiliki akun yang bisa mengaksesnya.
RME juga dapat mempermudah pasien saat berobat ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang berbeda. Pasien atau masyarakat tidak perlu lagi membawa berkas rekam medis dari fasilitas kesehatan sebelumnya.
Sebab, setiap kali pasien berobat atau dirawat, data hasil pemeriksaan dan pengobatan akan langsung masuk ke dalam RME. Sehingga, rumah sakit atau fasilitas kesehatan berikutnya hanya tinggal melihat rekam medis dari RME pasien tersebut.
“Sehingga dia bisa tahu kondisi kesehatan dia seperti apa, sejarahnya seperti apa, kalau dia periksa dokter seperti apa, dan itu memudahkan dia kalau misalnya mau berpindah fasilitas kesehatan. Jadi rumah sakit tipe C misalnya, lalu ini nggak sembuh-sembuh, mau ke rumah sakit tipe B, enggak usah bawa lagi berkas-berkasnya,” jelas dia.
Meski demikian, dokter atau tenaga kesehatan yang nantinya akan menangani pasien tidak bisa sembarangan untuk melihat dan mengakses rekam medis. Mengingat rekam medis sendiri merupakan satu hal pribadi yang tidak boleh dipublikasikan.