"Segala macam itu adalah bagaimana guru menilai prestasi dari seorang anak," tambah dia.
Hal serupa juga diterapkan dalam pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam desil.
Amalia menambahkan, pemeringkatan kesejahteraan tidak dilakukan berdasarkan satu variabel, melainkan menggunakan berbagai dimensi yang datanya terus diperbarui melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Dalam rangka kita memperingkatkan tingkat kesejahteraan ini juga multidimensi. Makanya variabel-variabel yang dibutuhkan itu ada di dalam kanal DTSN meng-update semuanya," kata dia.
Melalui berbagai variabel tersebut, BPS kemudian melakukan pemeringkatan tingkat kesejahteraan masyarakat untuk menentukan posisi setiap kelompok dalam desil.
"Nanti kemudian dengan variabel multidimensi ini kita bisa peringkatkan dengan apa dengan cara adalah kita memperingkatkan tingkat kesejahteraan dari masyarakat itu berdasarkan variabel yang multidimensi," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)