Menurutnya, koperasi memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan karena mampu menghimpun kekuatan masyarakat secara kolektif.
Dengan model usaha berbasis anggota, koperasi dapat menjadi wadah bagi petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, hingga pekerja untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Dia menekankan pentingnya transformasi koperasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola ekonomi masyarakat. Menurutnya, digitalisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola menjadi kunci agar koperasi semakin relevan di era modern.
“Pemberdayaan koperasi tidak cukup hanya dengan menambah jumlah koperasi. Yang lebih penting adalah memastikan koperasi dikelola secara profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” katanya.
Dia melanjutkan, koperasi dapat menjadi salah satu solusi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
“Kesejahteraan rakyat merupakan tujuan utama pembangunan nasional. Koperasi hadir untuk memastikan manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati segelintir pihak, tetapi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Inilah wujud nyata pengamalan sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.