sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kunjungan Trump ke China Berisiko Tinggi, Bagaimana Nasib Harga Minyak?

News editor Kunthi Fahmar Sandy
14/05/2026 08:08 WIB
Trump akan berpartisipasi dalam upacara kedatangan kenegaraan resmi pada hari Kamis, setelah itu ia akan bertemu dengan Xi dan menjalani beberapa diskusi.
Kunjungan Trump ke China Berisiko Tinggi, Bagaimana Nasib Harga Minyak? (FOTO:iNews Media Group)
Kunjungan Trump ke China Berisiko Tinggi, Bagaimana Nasib Harga Minyak? (FOTO:iNews Media Group)

Upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan antara Washington dan Teheran tampaknya telah terhenti. Awal pekan ini, Trump menolak tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian Amerika dan menggambarkannya "tidak dapat diterima" dan "sampah". 

Laporan juga beredar mengenai apakah Gedung Putih akan melanjutkan serangan terhadap Iran ataupun tidak. Namun di sisi lain, Teheran belum mengindikasikan bahwa mereka memiliki rencana lebih lanjut untuk menenangkan Trump.

Yang terpenting saat ini adalah kebuntuan Selat Hormuz secara efektif ditutup, seperti yang telah terjadi selama berminggu-minggu. Akibatnya, harga minyak berada jauh di atas level sebelum perang, sekitar 105,87 per barel.

Harga produsen AS mengalami kenaikan bulanan terbesar sejak Maret 2022

Beralih ke kalender ekonomi, inflasi telah menjadi tema utama minggu ini, dengan pelaku pasar menerima data inflasi April pada hari Rabu setelah laporan indeks harga konsumen (CPI) sehari sebelumnya.

Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja, PPI utama AS pada bulan April naik 1,4 persen month to month, kenaikan bulanan terbesar sejak Maret 2022. Secara year to year, inflasi utama melonjak 6 persen, terbesar sejak Desember 2022. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement