Analis dan ekonom memperkirakan kenaikan 0,5 persen mtmdan 4,9 persen yoy. Data PPI mengikuti data CPI yang juga tinggi pada hari Selasa menunjukkan dampak besar dari lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah. Pembacaan PPI mengindikasikan bahwa lonjakan harga minyak juga meningkatkan biaya produksi.
"PPI pada hari Rabu sangat tinggi karena para produsen merasakan dampak dari harga minyak USD100 per barel, yang meningkatkan biaya produksi secara menyeluruh, karena energi bisa dibilang merupakan biaya input yang paling penting," kata Clark Bellin, Presiden dan Kepala Investasi di Bellwether Wealth.
"Federal Reserve menghadapi masalah inflasi pada saat pasar tenaga kerja melambat, dan itu membuat pekerjaannya jauh lebih sulit, terutama karena bank sentral akan segera menyambut Ketua baru," tutur Bellin, merujuk pada Kevin Warsh, pilihan Presiden Donald Trump untuk menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Fed, yang masa jabatannya akan berakhir pada hari Jumat.
(kunthi fahmar sandy)