Angka korban jika dilaporkan ketika otoritas Iran meningkatkan upaya untuk meredam protes terbesar di negara itu dalam beberapa tahun terakhir, yang telah menyebabkan ribuan orang turun ke jalan karena marah atas melonjaknya biaya hidup dan inflasi.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan kerusuhan secara bertahap mereda, sementara jaksa agung telah memperingatkan bahwa mereka yang terlibat dalam kerusuhan dapat menghadapi hukuman mati.
Pada Sabtu kemarin, seorang pejabat keamanan tinggi Iran, Ali Larijani, menuduh beberapa demonstran membunuh beberapa orang, yang sangat mirip dengan apa yang dilakukan ISIS", merujuk pada kelompok bersenjata ISIL.
Seorang akademisi di Universitas Teheran, Hassan Ahmadian, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa demonstrasi yang dimulai dua minggu lalu berubah menjadi kekerasan pada Kamis, dan menyebutnya sebagai "salah satu hari paling menakutkan di Iran, termasuk di Teheran".
"Dalam dua hari terakhir, kita melihat berkurangnya peristiwa-peristiwa itu karena, tentu saja, ada bentrokan dan konfrontasi dengan mereka yang menggunakan kekerasan. Orang-orang juga mulai menjauhi kegiatan-kegiatan kekerasan semacam itu,” ujar akademisi tersebut.