Nantinya, setiap clinical pathway akan masuk ke dalam data RME yang menjadi data bagi fasilitas kesehatan untuk melakukan klaim pembiayaan kepada BPJS Kesehatan untuk pasien.
“Atau pemberian beberapa obat-obatan yang tidak sesuai dengan clinical pathway-nya. Jadi informasi-informasi yang ada di RME kalau ini sudah masuk, ini akan sangat membantu BPJS untuk memastikan apakah klaimnya itu bisa dilakukan dengan benar,” lanjut dia.
Terakhir, RME ini juga bisa digunakan untuk bahan riset atau penelitian terkait berbagai langkah inovatif penanganan terhadap pasien.
Dia memberikan analogi seperti operasi by pas jantung dalam penanganan jantung koroner atau Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) dalam perbandingan di rumah sakit A dengan rumah sakit B, di mana penanganan di rumah sakit A bisa dilakukan di hari pertama dan di rumah sakit B dilakukan di hari ketiga.
Rupanya, rumah sakit A ternyata memiliki nurse specialist in respiratory atau perawat spesialis respirasi sehingga bisa melakukan penanganan dengan cepat.